Kamis, 18 Maret 2010

Mudahkah Menjadi Seorang Penyabar?????

Aku tidak tahu kata-kata "sabar " ada di ayat-ayat AlQuran. Tapi yang aku ingat almarhum ibuku sering menasehatiku "jadilah orang yang sabar, sabar menghadapi cobaan dari Allah swt dalam bentuk apapun melalui apapun didunia" itu yang aku ingat! Kini disiaku yang sudah mempunyai 4 anak-anak yang telah dewasa, masih mencari kata "sabar" seperti yang almarhumah ibu katakan.

Banyak permasalahan/persoalan yang selalu aku hadapi baik dirumah, dilingkungan sekitar rumah, dan kantor. Aku berusaha untuk dapat menghadapi dengan ringan, tidak pernah dipikirkan dan aku selalu berusaha kontak dengan Maha Pencipta agar semua permasalahan terselesaikan dengan baik. Aku tidak mau ada orang yang merasa tidak adil dengan sikapku, aku tidak mau ada orang yang merasa sakit hati dengan sikapku, untuk itu aku berusaha menghadapi semua permasalahan dengan bimbingan Allah swt.

Namun aku tidak tahu apakah aku termasuk yang penyabar dimata Alah swt ?????

Minggu, 29 November 2009

WORKSHOP GERABAH DAN ANYAMAN DIKEMAS PADA KEGIATAN KEMAH BUDAYA DI MUSEUM SRI BADUGA BANDUNG

Pada tanggal 22 s.d 23 Desember 2009 Museum Sri Baduga akan mengadakan kegiatan Workshop dengan materi gerabah dan anyaman. Peserta workshop adalah pramuka penegak (SMA) se Bandung Raya, dalam kegiatan Kemah Budaya peserta bermalam di Museum Sri Baduga. Dalam kegiatan tersebut diharapkan banyak sekali pelajaran dan pengetahuan yang bisa diambil untuk pemanfaatan. Dengan demikian diharapkan para pramuka bisa sebagai pioneer generasi muda Indonesia umumnya dan Jawa Barat pada khususnya dalam pemanfaatan museum dengan maksimal. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat akan terus diajak dan terlibat pada kegiatan yang diadakan museum.
Kegiatan Kemah Budaya seperti ini adalah untuk yang ke dua kalinya namun yang pertama pesertanya tingkat penggalang (SMP) se Bandung Raya. Mudah-muidahan kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar juga sesuai dengan tujuan dari kegiatan.

Sabtu, 14 November 2009

Makan di Sambal Hejo JL.Natuna

Di Jl. Natuna ada Rumah Makan Sambal Hejo hm==rumah makan Favorit keluarga, ayam gorengnya itu hm==ga tahan.Biasanya sebelum makan aku suka jepret-jepret Foto tapi untuk yang ini pasti kelupaan, karena perut dah ==ga ==bisa diajak kompromi.Coba deh.murah lagi ayamnya cuma Rp. 5.500,- an yang lainnya Rp. 5.000,- (sayur asem), Rp. 3.000,- pepes jamur dllnya wah-dah enak, nikmat dan murah lagiiii. Tapi kita musti tahu jam berapa tempatnya agak kosongan, soalnya salah waktu dah ga kebagian tempat. Selamat mencoba.

Rabu, 11 November 2009

25.000 PENGUNJUNG MEMADATI PAMERAN KELILING MUSEUM SRI BADUGA DI KAB. CIAMIS


Tanggal 3 November 2009, Pameran Keliling dengan Judul "Museum dan Generasi Muda" bertempat di Gd. Islamic Centre, di Kab. Ciamis dibuka untuk pelajar sekolah dan umum oleh Wakil Bupati Ciamis yang didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Kepala Museum Sri Baduga sebagai leading sector dan Kepala - kepala Museum (sebagai peserta pameran). Pameran berlangsung dari tanggal 3 s.d 6 November 2009, dengan mengundang sekolah-sekolah, Lembaga, seniman, budayawan dll yang berada di Kab. Ciamis. Pameran diikuti 9 peserta (Museum Asia Afrika, Museum Geologi Bandung, Museum Barli Bandung, Museum Pos Indonesia Bandung, Museum Basoeki Abdullah Jakarta, Balai Pengelolaan Sejarah, Kepurbakalaan dan Nilai Tradisi Bandung, BKSNT Serang, Museum Bojongkokosan, Site Museum Ciamis) dan Museum Sri Baduga Bandung sebagai leading yang berlangsung sangat ramai dan meriah. Hal ini dikarenakan begitu antusiasnya sekolah-sekolah yang dikerahkan oleh Dinas Pendidikan Kab. Ciamis untuk melihat pameran yang berlangsung satu kali dalam satu tahun dengan berpindah-pindah tempat. Kegiatan rutin Museum Sri Baduga ini benar-benar sangat menyedot perhatian generasi muda Kab. Ciamis. Tidak kurang setiap harinya lebih dari 5 ribu anak sekolah, guru dan umum menyaksikan pameran yang langka ini. Bisa dibayangkan bagaimana gedung yang berukuran 30x50 m bisa terlihat kecil karena penuh sesaknya dengan pengunjung yang begitu sangat antusias!Sebenarnya kegiatan pameran seperti ini pernah dilaksanakan di kota Cirebon pada tahun lalu dengan pengunjung yang memenuhi ruangan juga, namun tidak seperti yang baru saja berlangsung di Kab. Ciamis.
Pemandu yang harusnya dapat memberikan infomasi pameran kepada perorangan atau kelompok menjadi sulit sebab situasi yang tidak memungkin untuk itu. Selama 5 hari dilaksanakan pengunjung sudah tidak bisa dikendalikan, sehingga ruangan benar-benar sangat sesak, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu banyak pengunjung terutama siswa SD yang pingsan atau juga yang pusing-pusing. Buka tutup pintu masuk terpaksa dilakukan demi keamanan pengunjung dan benda koleksi yang dipamerkan. Pengunjung yang pingsan atau pusing bukan hanya karena ruangan yang selalu penuh sesak, namun rata-rata mereka datang ke tempat pameran dengan perut kosong karena sekolah mereka yang sangat jauh dari Gd. Islamic Centre sehingga dibutuhkan waktu 1 hngga 2 jam untuk sampai ditempat pameran dengan menggunakan alat transport, elf, angkot, truk, bus, kendaraan bak terbuka dll!
Namun yang membuat kagum pemandu adalah, walaupun suasana sudah tidak dalam keadaan nyaman dimana guru-gurunya tetap begitu terlihat antusias tidak mau kalah dengan siswanya untuk mengetahui benda koleksi apa yang dipamerkan. Mereka banyak bertanya dan kalau perlu mencatat. Mereka datang ke pameran tidak sebentar rata-rata mereka meghabiskan waktu hampir 1 jam dengan kondisi ruangan yang benar-benar tidak nyaman!!
Buat Museum Sri Baduga sebagai penyelenggara kegiatan yang baru diselenggarakan ini benar-benar sangat menjadi semangat untuk kedepan dalam penyelenggaraan kegiatan yang sama ditempat atau didaerah lain, yang mudah-mudahan bisa sesukses di Kab. Ciamis. Hatur nuhun ka Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Ciamis dan Jajarannya yang telah mempersilahkan Museum Sri Baduga beserta ke 9 peserta untuk melakukan kegiatan besar di Kab. Ciamis, Sukses untuk Kab. Ciamis sukses juga untuk Museun Sri Baduga!

Senin, 19 Oktober 2009

Tempat Favorit Makan Enak yang Murah, Enak

Tempat makan yang Favorite karena Enak, Murah, Banyak dan Tempatnya lumayan bersih ada juga tuh di Bandung!



1. BASO

1. Baso Garsela, Jongko(dipinggir jalan) , Jl. B.K.R 200m dr Patung Ikan ke arah Buahbatu.

Mie Yamien, Mie Kuah isi :Baso, Babat, Pangsit +krupuk kulit Rp. 10.000,-

2. Baso Joyo, Jongko (Pinggir Gedung Sate)

Mie Yamien, Mie Kuah isi: Baso, Pangsit, Babat +krupuk kulit Rp. 10.000,-

3. Baso Solo, Jongko (dipinggir jalan) , Jl. Ters Pasteur arah Toll Pasteur

Mie Yamien, Mie Kuah isi : Baso+tahu Rp. 7. 000,-

4. Baso Malang Enggal, Rumah Baso, Jl. Burangrang dan Ters. Pasteur arah Toll

Baso urat besar, baso halus besar rata-rata Rp. 2500,-/buah

Baso kecil halus Rp. 1250,-/buah

Tahu, siomay kukus, siomay goreng, baso goreng, roll Rp. 1250,-/buah

5. Mie Baso Bejo, Jl. Pasirkaliki dkt Bank Permata

Mie Yamien, Mie Kuah isi: baso+babat Rp. 9. 000,-

6. Mie Baso Si Boy, Jl. Buahbatu (dpn Bimbel Tridaya)

Mie Yamien, Mie kuah isi: Baso, tahu, siomay + Babat Rp. 13.000,-

7. Mie Baso Avon, ( Porsi Besar, lebih baik 1/2 aja) Dekat Prapatan 5, yang jual sepeda-sepeda

Mie Yamien, Mie Baso, Bihun isi: baso sapi, siomay, tahu, babat, baso ikan Rp. 15.000,-

(special), yg ga komplit isinya Rp. 12.000,-an.

2. Lotek dan Rujak

1. Lotek, rujak, kolek, gado-gado dll , Jl. Mahmud Rp. 7.000,- - Rp. 10.000,-
2. Lotek, rujak, kolek, gado-gado dll, Jl. Kalipah Apo
3. Lotek, rujak, kolek, gado-gado dll, Jl. M. Ramdan


3. Makanan Sunda Rp. 3.000,- - Rp. 8.000,-

1. RM Ampera, nasi timbel, pepes, ayam goreng, ayam bakar, karedok leunca, jengkol dll
2. RM Laksana, nasi timbel, pepes, ayam goreng, ayam bakar, karedok leunca, jengkol dll
3. RM SAMBARA
4. RM Sambal Hejo

Senin, 05 Oktober 2009

MUSEUM SRI BADUGA MENGAJAK MASYARAKAT MEMANFAATKAN MUSEUM MELALUI "KEGIATAN NGABUBURIT DI MUSEUM"

Museum Sri Baduga dalam rangka pemanfaatan bulan suci Ramadhan mengadakan kegiatan "Ngabuburit di Museum". Tujuan dari kegiatan tersebut selain pemanfaatan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bersifat syiar agama, juga mengajak masyarakat luas untuk mengenal museum sebagai pelestari budaya. Adapun tanggal pelaksanaan kegiatan pada tanggal 9 s.d 10 September 2009 bertempat di Plaza Museum Sri Baduga, Jl. BKR NO: 185 Bandung. Kegiatan yang dilaksanakan berupa kegiatan Lomba Nasyid dan Lomba Ngadulag yang diperuntukan bagi masyarakat sae Bandung Raya.Dewan juri berlatar belakang seniman dan budayawan yang cukup terkenal di Jawa Barat. peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah tidak kurang dari 52 peserta grup.
Untuk kegiatan Lomba Nasyid masing-masing peserta diwajibkan membawakan lagu wajib dan lagu bebas yang telah ditentukan oleh panitia. Sedangkan alat musik peserta membawa sendiri atau dengan cara Acapella dan masing-masing peserta melantunkan lagu selama 15 menit.
Sedangkan untuk kegiatan Lomba Ngadulag yang lebih populer Lomba Nakol Bedug, peserta yang terdiri dari 2 (dua) orang dimana masing-masing orang mempunyai p[eran sendiri-sendiri seperti seorang sebagai pelantun takbir dan yang seorang lagi sebagai pemukul bedug nya.
Kegiatan- kegiatan diatas cukup menarik peserta, karena untuk sebuah instansi seperti museum baru/hanya Museum Sri Baduga Prov. Jabar tersebut. Sebenarnya beberapa tahun kebelakang kegiatan tersebut ditambah dengan Lomba Kaligrafi, Permainan Anak Sunda dan Lomba Berdoa. Mudah-mudahan tahun-tahun yang akan datang kegiatan pemanfaatan bulan suci Ramadhan di museum bisa lebih maksimal.

Senin, 14 September 2009

NGABUBURIT DI MUSEUM SRI BADUGA BANDUNG

Ngabuburit diartikan oleh sebagian orang adalah waktu menunggu berbuka puasa, sehingga sebagian orang memanfaatkan waktu tersebut ada yang dengan berjalan-jalan, membaca buku, menonton TV, hingga tidur-tiduran atau malas-malasan. Namun ada sebagian orang juga yang memanfaatkan waktu buka dengan kegiatan syiar islam seperti tadarusan hingga menyanyikan lagu-lagu dengan syair arab. Sekarang ini kegiatan ngabuburit bertambah, tidak hanya sekedar menunggu waktu buka dengan kegiatan2 syiar Islam untuk dinikmati lingkungan kecil ( mesjid/pasantrn saja), namun dilombakan sehingga banyak instansi taupun organisasi menyelebggarakan kegiatan ngabuburit dengan dilaombakan.Contohnya adalah yang dilakukan Museum Sri Baduga yang baru-baru ini tepatnya di Bulan Ramadhan tahun 2009 ini menyelenggarakan kegiatan Mukul Bedug dan Nasyid diperuntukkan bagi umum atau pemuda/pemudi yang ada di lingkungan mesjid, pesatren atau sekolah. Kegiatan ini cukup menjadi perhatian karena sebuah museum menyelenggarakan kegiatan yang bernafaskan Islami, hubungannya tentu saja ada antara lain: Sebagai Ungkapan Rasa Syukur Atas Kehadirat Illahi hingga bisa beribadah shaum kembali, Dengan Nasyid dan Mukul Bedug upaya pelestarian tradisi dalam Islam, karena museum mempunyai fungsi dan tugas yang salah satunya sebagai pelestari budaya dan tradisi. Mengajak para Generasi Muda pada khususnya untuk lebih meningkatkan jati diri Bangsa. Dalam kegiatan tersebut terpilih para pemenang yang terbaik dari peserta yang baik dengan mendapatkan hadiah berupa tropy, uang, dan bingkisan. Alhamdulillah kegiatan dapat dilaksanbakan dengan lancar dan sukses dan ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Provinsi Jawa Barat.